Gerah melihat performa Inter Milan yang tak kunjung membaik, khususnya di sektor pertahanan, presiden Massimo Moratti siap menyediakan dana besar untuk memboyong seorang bek tangguh di jendela transfer musim dingin. Seperti dilansir oleh Novosti, pebisnis minyak itu dikabarkan membidik kapten Manchester United berkebangsaan Serbia, Nemanja Vidic.
Pemain yang punya nickname Vida itu baru saja melakoni gim penuh pertamanya di Liga Primer untuk The Red Devils akhir pekan lalu, dan penampilannya yang bak batu karang di lini belakang berujung kemenangan 1-0 atas Everton.
Moratti, yang khawatir keroposnya lini defensif bakal membuat Inter gagal menembus zona Liga Champions di akhir musim, melihat pemain 30 tahun itu masuk kriteria tepat untuk memimpin pertahanan Inter menjadi kuat lagi.
Meski begitu, kans untuk merealisasikan ambisi tersebut terbilang amat tipis mengingat Vidic selama ini selalu menegaskan komitmennya adalah untuk Setan Merah.
Atletico Madrid akhirnya sukses membalaskan dendam atas kekalahan 2-0 di markas Udinese pada matchday 3 Grup I Liga Europa 2011/12. Tak tanggung-tanggung, klub ibu kota Spanyol itu menggelontorkan empat gol tanpa mampu dibalas Le Zebrette ketika wakil Serie A tersebut ganti mengunjungi Vicente Calderon.
Kemenangan Los Colchoneros dibuka Adrian Lopez Alvarez di menit keenam. Menerima sodoran Arda Turan, striker muda 23 tahun ini lepas dari kawalan pertahanan Udinese dan sukses menaklukkan kiper Samir Handanovic lewat tembakan rendah ke arah tiang dekat. Tak berselang lama, rekrutan musim panas dari Deportivo La Coruna itu kembali mencatatkan nama di papan skor usai menanduk umpan silang bek kiri Antonio Lopez (12').
Udinese malah semakin terpuruk ketika pada menit ke-36, Adrian yang sebenarnya punya kans menembak langsung menahan keegoisannya dan memilih mengoper bola kepada Diego Ribas yang tanpa kesulitan berarti menggetarkan gawang Handanovic.
Falcao melengkapi pesta gol pasukan Gregorio Manzano dengan torehannya di babak II. Gol diawali dengan tusukan menawan eks bomber FC Porto itu ke dalam kotak penalti Udinese sebelum melepaskan tendangan kencang yang sukses mengubah skor jadi 4-0.
Dengan hasil ini, Atletico berhasil mengambil alih posisi puncak klasemen Grup I dari tangan tim besutan Francesco Guidolin. Kedua tim punya koleksi poin sama, tujuh, tapi Los Colchoneros unggul secara head-to-head.
Wah pokoknya seru banget, sayangnya udinese kalah sedangkan Glasgow Celtic 3-1 RennesRaksasa Skotlandia, Glasgow Celtic, akhirnya memetik tripoin perdana di Liga Europa musim ini sekaligus menjaga asa lolos ke babak 32 besar usai menggasak tim Ligue 1 Prancis, Rennes, dengan skor 3-1.
Publik Celtic Park sempat tersentak ketika Abdou Kader Mangane mengantar Les Rouges et Noirs memimpin cepat lewat golnya saat laga baru berumur dua menit. Kapten Rennes asal Senegal itu menyundul masuk tendangan penjuru Julien Feret.
Pasukan Neil Lennon baru sanggup membalas di menit ke-30 melalui torehan striker Anthony Strokes. Gol kedua pemain muda kelahiran Republik Irlandia itu menyelesaikan umpan flick Giorgios Samaras membawa tuan rumah berbalik unggul dua menit sebelum jeda.
The Bhoys melebarkan jarak di delapan menit terakhir pertandingan berkat sumbangan gol pemain pengganti Gary Hooper yang menyambut sukses menyambut crossing Samaras dengan kepalanya. Di menit ke-86, Rennes mesti berlaga dengan sepuluh orang menyusul kartu kuning kedua Yann M'Vila setelah melanggar Kris Commons.
Tiga angka ini mengatrol koleksi nilai Celtic menjadi lima dari empat pertandingan, berselisih dua poin dari Atletico serta Udinese, sementara Rennes masih di peringkat buncit dengan tabungan dua angka.
JAKARTA, KOMPAS.com - Surat elektronik yang dikirimkan Eli Cohen cukup mengejutkan publik. Sekretaris Umum PSSI, Nugraha Besoes, menyebutnya tudingan yang kejam. Bagaimana surat itu? Inilah surat tersebut.
From: eli cohen
Date: Sun, 30 Jan 2011 14:36:16 +0700
To: ; ;
Subject: Mohon Penyelidikan Skandal Suap saat Piala AFF di Malaysia
Kepada Yth. Bapak Susilo Bambang Yudhoyono Presiden Republik Indonesia
Di Jakarta
Dengan Hormat, Perkenalkan nama saya Eli Cohen, pegawai pajak dilingkungan kementrian Keuangan Republik Indonesia. Semoga Bapak Presiden dalam keadaan sehat selalu.
Minggu ini saya membaca majalah tempo, yang mengangkat tema khusus soal PSSI. Saya ingin menyampaikan informasi terkait dengan apa yang saya dengar dari salah satu wajib pajak yang saya periksa dan kebetulan adalah pengurus PSSI (maaf saya tidak bisa menyebutkan namanya) . Dari testimony yang disampaikan ternyata sangat mengejutkan yaitu adanya dugaan skandal suap yang terjadi dalam Final Piala AFF yang dilangsungkan di Malaysia.
Disampaikan bahwa kekalahan tim sepak bola Indonesia dari tuan rumah Malaysia saat itu adalah sudah ditentukan sebelum pertandingan dimulai. Hal ini terjadi karena adanya permainan atau skandal suap yang dilakukan oleh Bandar Judi di Malaysia dengan petinggi penting di PSSI yaitu XX dan XXX (ia menulis inisial dua nama, Red).
Dari kekalahan tim Indonesia ini baik Bandar judi maupun 2 orang oknum PSSI ini meraup untung puluhan miliar rupiah.
Informasi dari kawan saya, saat dikamar ganti dua orang oknum PSSI ini masuk ke ruang ganti pemain (menurut aturan resmi seharusnya hal ini dilarang) untuk memberikan instruksi kepada oknum pemain. Insiden “laser” dinilai sebagai salah satu desain dan pemicunya untuk mematahkan semangat bertanding.
Keuntungan yang diperoleh oleh dua oknum ini dari Bandar judi ini digunakan untuk kepentingan kongres PSSI yang dilangsungkan pada tahun ini. Uang tersebut untuk menyuap peserta kongres agar memilih XX kembali sebagai Ketua Umum PSSI pada periode berikutnya.
Saya bukan penggemar sepak bola, namun sebagai seorang nasionalis dan cinta tanah air saya sangat marah atas informasi ini. Nasionalisme kita seakan sudah dijual kepada bandar judi untuk kepentingan pribadi oleh oknum PSSI yang tidak bertanggung jawab.
Oleh karenanya saya meminta Bapak Presiden untuk melakukan penyelidikan atas skandal suap yang sangat memalukan ini.
Semoga Tuhan memberkati Negara ini.
Hormat Kami, Eli Cohen Pegawai Pajak
Tembusan 1. Menteri Olah Raga 2. Ketua KPK 3. Ketua DPR 4. Ketua KONI